PENGENALAN & MATERI
Apasih struktur atom itu??
Pernahkah kalian melihat kapur? Pernah gak si kalian iseng
patah in kapur tulis itu jadi beberapa bagian, bahkan sampai ke kondisi dimana
kapur tersebut udah gak bisa dibagi lagi, nah inilah yang dinamakan atom, yaitu
kondisi terkecil dan tidak bisa terbagi lagi namun setiap bagian kecil
sekalipun tetap memiliki sifat yang sama. Kenapa bisa dibilang sifatnya sama?
Karena ketika kalian mematahkan kapur menjadi 2, maka akan menjadi 2 kapur,
dimana keduanya memiliki sifat dan partikel dasar yang sama bukan? Partikel
dasar atom itulah yang dinamakan struktur atom.
A. Tujuan Belajar Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur
- Melalui pengamatan, siswa dapat mensyukuri kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan partikel-partikel atom yang teratur.
- Melalui pengamatan terhadap pemodelan struktur atom, siswa dapat menganalisis perkembangan model atom.
- Manfaat setelah mempelajari struktur atom mampu memahami stuktur atom berdasarkan teori atom bohr, sifat – sifat unsur, massa atom relative, dan sifat – sifat periodic unsur dalam table periodic unsur. Serta menyadari keteraturannya melalui pemahaman konfigurasi electron.
- Manfaat setelah mempelajari sruktur atom dalam kehidupan sehari – hari yaitu untuk mengetahui komposisi unsur dan senyawa yang menyusun suatu benda dan sifat benda.
B. Dasar Teori Struktur Atom
Berdasarkan teori atom Dalton (1803) yang dikemukakan oleh John Dalton, atom merupakan bagian terkecil yang tidak dapat di urai atau di bagi lagi,
Oleh karena itu struktur atom bisa didefinisikan secara sederhana sebagai susunan partikel dasar atom. Sebagai partikel penyusun sebuah materi, atom ikut menentukan sifat materi tersebut, sampai saat ini tidak ada teori atau model yang mutlak dari sebuah atom, dan teori mengenai atom masih terus mengalami perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan.
Atom terdiri atas proton, neutron, dan elektron.
Proton dan neutron berada di dalam inti atom. Sedangkan elektron terus berputar
mengelilingi inti atomkarena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan
negatif (–) dan semua pro-ton bermuatan positif (+). Sementara itu, neutron
bermuatan netral. Elektron yang bermuatan negatif (–) ditarik oleh proton yang
bermuatan positif (+) pada inti atom. Elektron tersebut tidak meninggalkan
inti, meskipun ada gaya sentrifugal yang terjadi akibat kecepatan elektron.
Atom memiliki elektron di bagian luarnya sedangkan proton
dalam jumlah yang sama di bagian pusatnya,sehingga muatan listrik atom
berada dalam keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih
besar daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara kedua
partikel ini seperti perbedaanantara manusia dengan sebutir kacang kenari.
Walaupun demikian, muatan listriktotal keduanya tetap sama besar. Apa yang akan
terjadi jika muatan listrik pro-ton dan elektron tidak sama besar?

![]() |
| Apa yang akan terjadi jika semua atom di alam semesta saling bertolakan? |
Hal yang akan terjadi sangat tidak
lazim. Begitu terjadi perubahan seperti itu di dalam atom, tangan Anda yang
saat ini sedang memegang buku, begitu pula lengan Anda, akan hancur berantakan.
Tidak hanya tangan dan lengan, tetapi juga tubuh, kaki, kepala, gigi Anda,
singkatnya setiap bagian tubuh Anda akan terpisah pisah saat itu juga. Ruangan yang Anda
tempati, pemandangan di luar yang terlihat dari jendela juga akan berantakan. Semua
laut di bumi, gunung-gunung, semua planet di dalam tata surya dan semua
benda-benda langit di jagat raya akan musnah, hancur secara serempak.Tidak ada
satu benda pun yang akan tersisa. Demikianlah karena keseimbangan yang sangat
teliti dari struktur atom maka tercipta pula keseimbangan alam semesta.
C. Tabel Partikel-partikel Atom
Elektron
Diketahui bahwa penemu dari elektron adalah
JJ Thomson melalui percobaan sinar katode, sedangkan untuk muatan elektron
sendiri ditemukan oleh Robert Milikan, melalui percobaan tetesan halus minyak.
Berdasarkan hasil percobaan Thomson dan Milikan, didapatkan muatan elektron -1 dan massa elektron sama dengan 0, sehingga elektron di lambangkan dengan e.
Proton
Untuk proton, ditemukan oleh Eugene Goldstein
melalui percobaan sinar katode yang telah di modifikasi. Setelah melakukan
percobaan pada berbagai gas, ditemukanlah bahwa gas hidrogen menghasilkan sinar
bermuatan positif paling kecil baik massanya maupun muatan muatannya, sehingga
partikel ini disebut proton. Dimana proton memiliki muatan +1, dan massanya
sama dengan 1 sma (satuan muatan atom).
Neutron
Penemu neutron adalah James Chadwick melalui
percobaannya menembaki atom berilium dengan sinar alpha (𝛼), dari percobaan ini
didapatkan bahwa partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi
memiliki sifat netral, atau bisa dikatakan tidak bermuatan, serta memiliki
massa yang hampir sama dengan proton yaitu 1. Oleh karena itu partikel ini
disebut dengan neutron dengan muatannya sama dengan 0 (nol).
D. Lambang atom, nomor atom, dan nomor massa

Nomor Atom (Z)
Nomor atom (Z) merupakan jumlah proton
(muatan positif) atau jumah elektron dalam atom. Oleh karena atom bersifat
netral maka
jumlah proton = jumlah
elektronnya,
sehingga nomor atom juga menunjukkan jumlah elektronnya, dan nantinya merupakan hal yang menentukan sifat suatu unsur.
Nomor Massa (A)
Nomor massa (A) merupakan jumlah proton dan neutron. Nomor massa menyatakan banyaknya proton dan neutron yang menyusun inti atom suatu unsur.
Nomor Massa (A) = Jumlah Proton + Jumlah Neutron
Lambang Unsur (X)
Lambang unsur (X) merupakan susunan suatu
unsur netral, contohnya Oksigen lambang unsurnya (O).
E. Isotop, Isobar, dan Isoton
Setelah memahami penulisan dan lambang dari
nomor atom dan nomor massa, ternyata ada juga unsur yang memiliki nomor atom
yang berbeda meskipun memiliki nomor massa yang sama dan sebaliknya, oleh
karena itu ada istilah Isotop, Isobar, dan Isoton.

F. Susunan Elektron Dalam Atom
Elektron yang selalu bergerak mengelilingi inti atom, ternyata memiliki berbagai lapisan kulit atom pada tingkatan energi tertentu.
Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron merupakan penyusunan
atau lapisan elektron berdasarkan tingkat energinya dalam suatu atom, dimana
atom memiliki lapisan paling dekat dengan inti sampai yang terluar secara
berurutan dari K, L, M, N, O, P, Q, dan seterusnya.
Dimana jumlah elektron maksimum pada suatu lapisan kulit memenuhi rumus 2n2, dimana n= nomor kulit, dan jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8.
G. Perkembangan Teori Atom
1. Teori atom Democritus
Teori atom pertama dikemukakan oleh Democritus pada zaman Yunani Kuno. Democritus mengatakan bahwa segala sesuatu dapat bagi menjadi bagian yang lebih kecil hingga suatu saat bagian tersebut tak dapat terbagi lagi sehingga dia menyebutnya “atom”, “a” artinya tidak dan “tomos” artinya terbagi.
Berikut beberapa karakteristik lengkap model atom Democritus yang dikemukakan di 400 tahun sebelum masehi (400 BC):
·
Terdapat partikel mikroskopis (atom) yang menyusun
segala sesuatu materi di dunia ini.
·
Partikel tersebut tidak dapat diciptakan, tidak
dapat dipisahkan, dan tidak dapat dihancurkan
·
Terdapat ruang kosong antar atom
·
Atom selalu berada dalam gerakan yang konstan
Kelemahan model atom Democritus pada zaman
itu adalah teori tersebut belum dapat dibuktikan secara saintifik. Namun, teori
ini dipercaya menjadi asas dasar munculnya teori atom di era berikutnya.
2. Model Atom Dalton
Teori atom Dalton menyatakan bahwa atom
seperti bola pejal bulat dan tak ada ruang kosong di dalamnya. Selain itu,
Dalton juga mengatakan bahwa setiap unsur memiliki atom yang berbeda, namun
unsur yang sama pasti memiliki atom yang sama.
Beberapa karakteristik dari atom teori Dalton adalah :
· Tidak ada bagian sub-atomik
· Atom berbentuk bola pejal
· Setiap unsur memiliki atom yang berbeda
· Unsur yang sama akan memiliki atom yang sama
3. Hipotesis Boltzmann dan Gerak Brown
Pada model atom dalton, tidak banyak berpengaruh terhadap
sifat fisik dari materi dan hingga saat itu pun orang masih ragu akan adanya
atom sebab tidak ada satu eksperimen pun yang dapat membuktikan adanya atom.
Pada akhir abad 18, Ludwig Boltzmann menemukan rumusan teori kinetik gas dan
entropi yang sangat berpengaruh dalam bidang industri. Pada gagasan tersebut,
Boltzmann mengasumsikan bahwa terdapat atom sehingga rumusan tersebut dapat
dihasilkan, namun ilmuwan lain belum dapat mempercayai bahwa atom itu ada.
Pada awal abad 19, Einstein menjelaskan fenomena gerak Brown.
Dia berkata bahwa gerak acak (Gerak Brown) terjadi akibat adanya tumbukan
antara molekul yang ada di dalam air dengan partikel serbuk sehingga
melalui penjelasan ini, para ilmuwan sepakat bahwa atom itu ada.
4. Model Atom Thomson
“Atom seperti roti kismis”. Model atom ini didasarkan pada
penemuan elektron oleh Thomson sendiri. Teori atom J.J Thomson menyatakan bahwa
atom itu berisi elektron yang bermuatan negatif dan tersebar di atom seperti
kismis dalam roti kismis, sedangkan muatan positifnya tersebar di permukaan
atom.
Hal ini berdasarkan percobaan Tabung sinar katoda yang
dilakukan oleh Thomson yang membuktikan bahwa terdapat partikel yang lebih
kecil dari atom dan partikel tersebut bermuatan negatif, yang sekarang dikenal
dengan nama elektron.
5. Model Atom Rutherford
“Atom seperti tata surya”. Atom memiliki satu inti di tengah
yang bermuatan positif dan elektron yang mengelilinginya. Model atom yang
diusulkan Rutherford berbentuk seperti tata surya. Atom sebagian besar
merupakan ruang kosong.
Hal ini didasarkan pada percobaannya ketika menembakkan sinar
radioaktif ke arah lempengan emas dan sebagian besar sinar melewati lempengan
tersebut. Pada eksperimen ini juga membuktikan keberadaan inti atom. Pada
eksperimen selanjutnya, Goldstein (murid Rutherford) menemukan bahwa dalam inti
atom terdapat proton dan neutron.
AX
- A =
nomor massa
- X =
lambang unsur
6. Model Atom Niels Bohr
·
Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dandikelilingi
oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
·
Elektron dapat berpindah dari satu lintasan keyang
lain dengan menyerap atau memancarkanenergi sehingga energi elektron atom itu
tidakakan berkurang. Jika berpindah lintasan kelintasan yang lebih tinggi,
elektron akanmenyerap energi. Jika beralih ke lintasan yanglebih rendah,
elektron akan memancarkan energi.
· Kedudukan elektron-elektron pada tingkat-tingkat energi tertentu yangdisebut kulit-kulit elektron.
7. Model Atom Modern
Kulit-kulit elektron bukan kedudukan yang pasti dari suatu
elektron,tetapi hanyalah suatu kebolehjadian saja.
H. Teori Atom
Mekanika Kuantum
·
Louis de Broglie
Materi mempunyai sifat dualisme sebagai
materi dan juga bersifat sebagai gelombang.
·
Werner Heisenberg
Asas ketidakpastian: Tidak mungkin menentukan
posisi serta momentum electron yang pasti dalam atom. Yang dapat ditentukan
adalah suatu kebolehjadian menemukan electron pada suatu titik dengan jarak
tertentu dari inti atom.
·
Erwin Schrodinger
Volume ruang yang memiliki kebolehjadian
terbesar untuk menemukan electron disebut orbital atom.
Berdasarkan teori atom mekanika kuantum, untuk dapat
menentukan posisi electron dalam suatu
atom diperlukan 4 bilangan kuantum. Artinya, konsekuensi dari model atom ini
adalah munculnya bilangan kuantum utama (n), azimuth (l), magnetik (ml),
dan spin (s).









